Aku mau cerita sedikit. Pengalaman waktu di Jakarta.
Banyak banget hal-hal yang pengen aku potret di sana. Tentu aja, hal-hal yang asik dan unik. Tapi,,,,
Keharuan yang menjalar di hatiku mematikan urat dan saraf-saraf di indra penggerakku.. di tanganku.. Tanganku serasa beku, melihat begitu banyak fenomena unik dan kadang-kadang penuh dengan kontras.
Mataku mengalahkan kamera digital yang selalu kubawa kemana-mana.
Mataku menjadi pengamat kehidupan saat itu. Di sela-sela kesibukan menjelang UMB UI (yang ternyata tidak lolos!!) saat itu.
Berderet-deret mobil yang tak biasa (baca:mewah) melewati perkampungan kumuh...
Gedung pencakar langit yang di sekitarnya ada rumah tak layak...
Copet yang kurang ajar di angkot (baca: minta terang-terangan)...
Macet luar biasa.
Universitas Unggulan...
Universitas Mewah...
dan...
Bagaimana orang berpakaian!
Saat aku berjalan di sebuah tempat perbelanjaan mewah di kawasan Jakarta Selatan, saat itu sedang letih-letihnya habis Tes UMB (yang-sekali lagi- ternyata tidak lolos!!), aku melihat keadaan di sekitarku...
dan...
Aku merasa....ANEH
Semua orang di mal itu mengenakan pakaian yang WAH!
(Mungkin jika ada anak Jakarta yang baca tulisan ini, aku dianggap jadul. Tapi inilah, penglihatan normal seorang anak daerah....)
Di sana tidak ada yang menggunakan baju seadanya...
mungkin karena kondisi mal yang cukup kondusif untuk orang-orang yang berpakaian glamour... Karena yang dijual di sana adalah barang-barang yang bikin kantong AUS!! (Buat seorang mahasiswa yang belum bekerja seperti aku)
Dan begitu keluar dari mal itu...
di Jalan...
Memasuki kawasan Jakarta Barat, kawasan hotel yang aku tinggali saat itu...
apa...
KONTRAS!
Senin, 18 Agustus 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

2 komentar:
nyem nyem nyem
kalo ke Jakarta ga pernah ke mall-nya tuh, jadi ga tau :p
paling di Bandung, di Bogor, tapi rasanya masih biasa-biasa z, yaa... biarpun ada juga sih bedanya, orangnya lebih banyak, heu heu heu...
wah2....
ngak smua yang kamu anggap baik akan dianggap baik oleh orang lain.
hehehe
pandangan tiap orang memang berbeda-beda.
cupu mode on
wong ndeso pisan
Posting Komentar