Lentera Jiwa
By: Nugie
Lama sudah kumencari apa yang hendak kulakukan
Sgala titik kujelajahi tiada satupun kumengerti
Tersesatkah aku disamudra hidupku?
Kata-kata yang kubaca terkadang tak mudah kucerna
Bunga-bunga dan rerumputan bilakah kau tahu jawabnya
Inikah jalanku?
Inikah takdirku?
reff:
Kubiarkan kumengikuti suara dalam hati
Yang slalu membunyikan cinta
Kupercaya dan kuyakini murninya nurani
Menjadi penunjuk jalanku
Lentera jiwaku
Apa yang ada di pikiran kita ketika mendengar atau membaca lirik tersebut?
Tanyakan pada nurani anda, apakah hal-hal yang sudah anda capai selama ini sudah mengikuti kata hati anda?
Aku percaya jika suara hati, nurani kita, selalu membunyikan cinta.. Karena tuhan yang membuatnya, dan Tuhan yang mengirimkan clues untuk hidup kita..
sebenarnya, di keluargaku sendiri, semboyang "mengikuti kata hati" masih menjadi kontroversi. Ada yang pro dan ada yang kontra. Karena menurut mereka, kata hati tak sepenuhnya berpijak pada logika dan realita.
memang pernyataan itu tak sepenuhnya salah. Tapi tak sepenuhnya benar.
Namun, apapun itu, sebaiknya, ikutilah kata hatimu. Ikuti nurani dan pakailah kedewasaanmu untuk menjemput takdir kita sendiri.
Yaaahh..
MANUSIA HANYA BISA BERENCANA, NAMUN TUHANLAH YANG MENENTUKAN SEMUANYA...
Memang kedengaran klise. Tapi justru ke-klise-an itu tercipta karena sudah banyak terbukti kebenarannya..
Kamis, 28 Agustus 2008
Senin, 18 Agustus 2008
Kontras
Aku mau cerita sedikit. Pengalaman waktu di Jakarta.
Banyak banget hal-hal yang pengen aku potret di sana. Tentu aja, hal-hal yang asik dan unik. Tapi,,,,
Keharuan yang menjalar di hatiku mematikan urat dan saraf-saraf di indra penggerakku.. di tanganku.. Tanganku serasa beku, melihat begitu banyak fenomena unik dan kadang-kadang penuh dengan kontras.
Mataku mengalahkan kamera digital yang selalu kubawa kemana-mana.
Mataku menjadi pengamat kehidupan saat itu. Di sela-sela kesibukan menjelang UMB UI (yang ternyata tidak lolos!!) saat itu.
Berderet-deret mobil yang tak biasa (baca:mewah) melewati perkampungan kumuh...
Gedung pencakar langit yang di sekitarnya ada rumah tak layak...
Copet yang kurang ajar di angkot (baca: minta terang-terangan)...
Macet luar biasa.
Universitas Unggulan...
Universitas Mewah...
dan...
Bagaimana orang berpakaian!
Saat aku berjalan di sebuah tempat perbelanjaan mewah di kawasan Jakarta Selatan, saat itu sedang letih-letihnya habis Tes UMB (yang-sekali lagi- ternyata tidak lolos!!), aku melihat keadaan di sekitarku...
dan...
Aku merasa....ANEH
Semua orang di mal itu mengenakan pakaian yang WAH!
(Mungkin jika ada anak Jakarta yang baca tulisan ini, aku dianggap jadul. Tapi inilah, penglihatan normal seorang anak daerah....)
Di sana tidak ada yang menggunakan baju seadanya...
mungkin karena kondisi mal yang cukup kondusif untuk orang-orang yang berpakaian glamour... Karena yang dijual di sana adalah barang-barang yang bikin kantong AUS!! (Buat seorang mahasiswa yang belum bekerja seperti aku)
Dan begitu keluar dari mal itu...
di Jalan...
Memasuki kawasan Jakarta Barat, kawasan hotel yang aku tinggali saat itu...
apa...
KONTRAS!
Banyak banget hal-hal yang pengen aku potret di sana. Tentu aja, hal-hal yang asik dan unik. Tapi,,,,
Keharuan yang menjalar di hatiku mematikan urat dan saraf-saraf di indra penggerakku.. di tanganku.. Tanganku serasa beku, melihat begitu banyak fenomena unik dan kadang-kadang penuh dengan kontras.
Mataku mengalahkan kamera digital yang selalu kubawa kemana-mana.
Mataku menjadi pengamat kehidupan saat itu. Di sela-sela kesibukan menjelang UMB UI (yang ternyata tidak lolos!!) saat itu.
Berderet-deret mobil yang tak biasa (baca:mewah) melewati perkampungan kumuh...
Gedung pencakar langit yang di sekitarnya ada rumah tak layak...
Copet yang kurang ajar di angkot (baca: minta terang-terangan)...
Macet luar biasa.
Universitas Unggulan...
Universitas Mewah...
dan...
Bagaimana orang berpakaian!
Saat aku berjalan di sebuah tempat perbelanjaan mewah di kawasan Jakarta Selatan, saat itu sedang letih-letihnya habis Tes UMB (yang-sekali lagi- ternyata tidak lolos!!), aku melihat keadaan di sekitarku...
dan...
Aku merasa....ANEH
Semua orang di mal itu mengenakan pakaian yang WAH!
(Mungkin jika ada anak Jakarta yang baca tulisan ini, aku dianggap jadul. Tapi inilah, penglihatan normal seorang anak daerah....)
Di sana tidak ada yang menggunakan baju seadanya...
mungkin karena kondisi mal yang cukup kondusif untuk orang-orang yang berpakaian glamour... Karena yang dijual di sana adalah barang-barang yang bikin kantong AUS!! (Buat seorang mahasiswa yang belum bekerja seperti aku)
Dan begitu keluar dari mal itu...
di Jalan...
Memasuki kawasan Jakarta Barat, kawasan hotel yang aku tinggali saat itu...
apa...
KONTRAS!
Langganan:
Postingan (Atom)
